pernah ada yg menyatakan "Religion is the opium of the masses" (dari the Critique of Hegel's Philosophy of Right), dan menjadi kutipan yang populer: "agama itu candu", entahlah seberapa populer itu, karena pembahasan populer sangat dekat dengan konsep mode..
dan ngomong2 soal konsep, ini lah yang coba sekedar dituliskan, tentang kutipan itu.
ungkapan itu pada umumnya dipahami dalam konteks masyarakat memposisikan agama. dan ungkapan itu tentu terkait dengan pemikiran yang lebih luas. kira-kira begini, hidup harus diakui dengan jujur tidak terlalu indah, meski dijalani dan mewujud sebagai kespakatan baku atau kenormalan. dan munncul anggapan,dalam paket tersebut, hadir pula: perasaan terasing yang terasa memasyarakat.
hidup yg tidak ada pilihan tersebut membuat gerombolan orang merelakan kebakuan dengan segala pengaturan yg telah ada. masyarakat pun berkembang pesat secara teknologis, sebaliknya dengan kadar kebahagian yang menurun. kehidupan dianggap tidak lebih dari beban kerja yang tak menimbulkan semangat disertai kejenuhan yang diatasi dengan pilihan barang2 konsumsi.
kembali pada kutipannya.
mereka menerima segala apa yg ada, kenapa? karena agama menganjurkan sifat sabar, dan mengutamakan doa-doa yang disertai perbuatan baik terhadap sesama. kenapa itu begitu menarik untuk ditaati? ada sebuah janji tentang kehidupan setelah kematian.
jadi agama dianggap candu karena membuat pemeluknya memiliki kekuatan yg luar biasa untuk sabar, dan menolak kembali memepertanyakan kelelahan hidup yang dialaminya..






0 comments:
Post a Comment