dunia tidak begitu ideal, tapi sudah berjalan cukup nyata. itu jelas. sedikit banyak kita masih menemui tawa, setidaknya lewat lawakan TV. tulisan yang seperti ini, siapapun boleh meragukannya. setiap orang bisa saja menulis sesuatu yang entah apa itu, dan mungkin hanya setan yang mampu memahaminya. yang barusan itu kutipan, saya meminjamnya. dan memanglah, kenyataan berjalan melalui kebebasan menafsirkan. seperti semua memang menyenanginya.
mungkin manusia memang secara alami senang ber-mantra, mengajukan kepuitisan, bahkan pada saat yang tidak tepat. ketika itu menarik, siapa yang mengajukan keberatan.. toh soal tepat atau tidak tepat sangat berkesan serius. dan semua yang serius slalu terkesan suram. tapi sepertinya kita memang masih memiliki minat besar pada sikap serius ketika berkaitan dengan nasib. untuk nasib, siapa yang berani memilih tidak serius? mungkin saja Joker, karakter yang pernah bilang: 'why so serious..', karna dia mungkin tidak mengenal istilah serius. maksud saya, tidak ada konsep biner serius atau tidak serius. dengannya sikap yang berlebihan tapi terasa janggal akan terlihat lucu. ya, saat itu, serius tidak berarti dan membantu: sebuah ritual. akan terasa lucu jika harus mengingat sikap serius tidak selalu menyelesaikan masalah. lalu bagaimana cara menyelesaikan masalah? jawaban yang paling aman adalah menyelesaikannya dengan cara yang benar.






0 comments:
Post a Comment