tiba-tiba teringat: kitab niti sastra, atau lebih tepatnya bagian awalnya.
sebagai pembuka untuk sepaket wejangan-wejangan kaya pesan, diceritakan tentang gambaran cara kita hidup bersama. metafora yang digunakan adalah hutan dan harimau. hutan dan harimau, keduanya, dilarang bersikap pongah dan terlalu yakin, bangga, dsb.
ceritanya hutan bisa saja sombong karena melindungi dan menjadi tempat hidup bagi si harimau.dan sebaliknya harimau menjaga hutan dari eksploitasi manusia. dan ketika sang hutan terlalu merasakan jasa yang diperbuatnya, dia memprotes gaya garang harimau. selanjutnya, harimau akan mati konyol dikroyok manusia jika memaksakan diri tak butuh atau keluar dari hutan. lalu apa yang akan terjadi? keduanya binasa. harimau dikroyok/ dibunuh, dan hutan kemudian secara sepuasnya/liar mengalami pengrusakan.
ini mengingatkan pada sesuatu yang diistilahkan dengan tragedy of common, pada masa kuliah saya sering mendiskusikannya bersama temans. intinya seperti ilustrasi diatas, yaitu sebuah hasil kondisi buruk karena pihak-pihaknya tidak menyadari pilihan yang diambil. tentunya terjadi melalui tiap pihak dalam kodisi pilihan bebas, rasional, dan berdasarkan ketertarikan pribadi.







0 comments:
Post a Comment